Kamis, 21 November 2013

ILMU PENGETAHUAN , TEKNOLOGI DAN SENI DALAM ISLAM


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………………………….
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………………….
1.      BAB  I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………..
- Latar belakang masalah………………………………………………………………………………….
-Rumusan masalah………………………………………………………………………………………………………..
-tujuan penulisan masalah…………………………………………………………………………………………….
2.      BAB II………………………………………………………………………………………………………………..
-Pengertian ilmu pengetahuan , teknologi dan seni dalam islam ……………………..
-iman, ilmu dan amal sebagai kesatuan……………………………………………………………..
-keutamaan orang beriman dan berilmu…………………………………………………………….
-tanggung jawab ilmuwan terhadap alam lingkungannya……………………………………
3.      BAB III…………………………………………………………………………………………………………………..
-Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………….
-Daftar pustaka…………………………………………………………………………………………………….








KATA PENGANTAR

                                                     Sebagai agama yang universal Islam tidak hanya menitikberatkan pada persoalan ukhrawi saja saja seperti ibadah, aqidah dan tauhid. Pada kenyataannya, Islam juga sangat memerhatikan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam kehidupan umat manusia. Itulah sebabnya dalam al-quran tidak hanya mengatur tentang ubudiyah saja tetapi juga banyak memuat ayat-ayat yang berkenaan dengan IPTEK dan seni. Hal itu karena disamping ditentukan oleh nilai-nilai peribadatannya kepada Allah, martabat manusia juga ditentukan oleh kemampuannya mengembangkan IPTEK dan seni, untuk kemanfaatan hidupnya. Hal itu karena disamping ditentukan oleh nilai-nilai peribadatannya kepada Allah, martabat manusia juga ditentukan oleh kemampuannya mengembangkan IPTEK dan seni, untuk kemanfaatan hidupnya. Dengan IPTEK alam dan isinya yang telah dianugrahkan Allah kepada manusia dapat dieksplorasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan manusia. Sedangkan dengan seni manusia bias menjaga keasrian alam, agar selalu tetap dalama fitrahnya sebagai alam dan mencegah ketidak seimbangan yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kemajuan IPTEK. Untuk itulah Islam tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan masalah peribadatan lainnya









DAFTAR ISI

1.1    Pengertian ilmu pengetahuan , teknologi dan seni dalam islam
1.2    Iman, ilmu dan amal sebagai kesatuan
1.3     Keutamaan orang beriman dan berilmu
1.4    Tanggung jawab ilmuan terhadap alam lingkungannya

BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan Agama Islam adalah usaha untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan ajaran Islam, bersikap inklusif, rasional dan filosofis dalam rangka menghormati orang lain dalam hubungan kerukunan dan kerjasama antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional (UU No. 2 Tahun 1989). Dan bisa

LATAR BELAKANG MASALAH
Di zaman modern pada saat ini ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan dalam kemajuan suatu bangsa, serta ilmu tersebut akan  berpengaruh terhadap taraf ekonomi, social, dan intelktual seseorang. Dari tahun ketahun IPTEK sudah berkembang dengan pesat. Bahkan untuk oknum-oknum tertentu IPTEK merupakan suaut kebutuhan primer.
Islam sangat memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam kehidupan umat manusia. Martabat manusia disamping ditentukan oleh peribadahannya kepada Allah, juga ditentukan oleh kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Bahkan di dalam Al-Qur’an sendiri Allah menyatakan bahwa hanya orang yang berilmulah yang benar-benar takut kepada allah
            Dialog antara Allah dengan malaikat ketika Allah mau menciptakan manusia dan malaikat mengatakan bahwa manusia akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, Allah membutikan keunggulan manusia daripada malaikat dengan kemampuan manusia menguasai ilmu melalui kemampuan menyebutkan nama-nama. IPTEK dan seni dalam praktek mampu mengangkat harkat dan martabat manusia karena melalui IPTEK dan seni manusia mampu melakukan eksplorasi kekayaan alam yang disediakan oleh Allah. Karena itu dalam pengembangan ilmu IPTEK dan seni, nilai-nilai Islam tidak boleh diabaikan agar hasil yang diperoleh memberikan kemanfaatan sesuai dengan fitrah hidup manusia.


RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana konsep IPTEKS seni dalam islam ?
2.      Bagaimana korelasi antara iman , ilmu dan amal di dalam kehidupan ?
3.      Bagaimana menjelaskan keutamaan orang beriman ?
4.      Bagaimana komitmen islam dalam ilmu pengetahuan ?


TUJUAN
Tujuan dari makalah ini adalah agar mampu :
1.    Mengetahui dan menjelaskan tentang konsep IPTEK dalam islam.
2.    Mengetahui apa saja yang menjadi sumber ilmu pengetahuan dalam islam.
3.    Menjelaskan korelasi antara iman, ilmu dan amal di dalam kehidupan.
4.    Menjelaskan keutamaan orang yang berilmu.
5.    Mengetahui komitmen islam terhadap lmu pengetahuan.
6.    Mengetahui modernisasi  pendidikan dalam islam.
7.    Mengetahui komitmen islam terhadap ilmu pengetahuan.















BAB II
PEMBAHASAN
ILMU PENGETAHUAN , TEKNOLOGI DAN SENI DALAM ISLAM

1.1  A.Konsep Ilmu Pengetahuan , Teknologi dan Seni dalam Islam
Pengetahuan dapat di artikan sebagai hasil tahu manusia terhadap sesuatu objek yang dihadapi, hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Maka , pengetahuan adalah segala fenomena alam yang dapat dicapai oleh indra manusia . Konsekwensi logis dari pengetahuan akan melahirkan berbagai pengalaman manusia , akan tetapi pengalaman manusia ini terkadang kebenarannya tidak mutlak dan perlu diuji lagi.
Kata sains disadur dalam bahasa Indonesia  menjadi ilmu pengetahuan , sedangkan dalam sudut pandang filsafat ilmu, pengetahuan dengan ilmu sangat berbeda maknanya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tanggapan panca indera dan instuisi, sedangkan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diinterpretasi , diorganisasi dan disistematisasi sehingga menghasilkan kebenaran obyektif ,  sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang secara alamiah. Secara etimologis kata ilmu berarti kejelasan , karena segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai cirri kejelasan (M. Daud Ali, 1998:69)
Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan. Dalam sudut pandang budaya , teknologi merupakan salah satu unsur  budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan netral. Dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi untuk merusak dan potensi kekuasaan. Disinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dengan teknologi.
Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negative berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia dan atau  digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri. Oleh sebab itu kebenaran ipteks sangat relatif. Sumber ipteks dalam islam adalah wahyu allah. Ipteks yang islami selalu mengutamakan kepentingan orang banyak dan kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Untuk itu ipteks dalam pandangan islam tidak bebas nilai. Integrasi ipteks dengan agama merupakan suatu keniscayaan untuk menghindari terjadinya proses sekularisasi yaitu pemisah antaradoktrin-doktrin agama dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Hamda Mansoer,2004:93)
Tujuh factor yang menjadi pendorong bagi kemajuan IPTEK di dunia islam pada abad yang lalu, antara lain:
1.   kesatuan agama dan budaya agama islam
2.      arabisasi dan peranan bahasa arab
3.      akademi, sekolah, observasi, dan perpustakaa
4.      kebijakan Negara tentang pengembangan IPTEK
5.      Perlindungan Negara sangat jelas terhadap para ilmuan dan para insinyur
6.      Penelitian, eksperimen dan penemuan baru
7.      Perdagangan internasional
Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yang hakiki identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian. Seni yang lepas dari ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi orang-orang yang kematangan jiwanya terus bertambah.
Menurut Ernst Diez dalam Muhammad abdul jabbar (1998:2) cirri ciri seni islam atau seni islamisadalah seni yang mengungkapkan sikap pengabdian kepada allah.

Syarat-syarat ilmu.
Suatu pengetahuan dapat dikategorikan sebagai ilmu apabila memenuhi tiga unsure pokok sebagai berikut:
1.      Ontologi artinya bidang studi yang bersangkutan memiliki obyek studi yang jelas. Obyek studi sebuah ilmu  ada dua yaitu obyek material dan obyek formal.
2.      Epistimologi artinya bidang studi yang bersangkutan memiliki metode kerja yag jelas. Ada tiga metode kerja suatu bidang studi yaitu metode deduksi, induksi dan edukasi.
3.      Aksiologi artinya bidang studi yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatannya. Bidang  studi tersebut dapat menunjukkan nilai-nilai teoritis,hukum—hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep-konsep, dan kesimpulan-kesimpulan logis, sistematis dan koheren.

1.2  B. Iman , ilmu dan Amal Sebagai Kesatuan
            Islam merupakan ajaran agama yang landasan pengembangannya adalah iman. Iman adalah kepercayaan terhadap wujud zat yang maha mutlak yang menjadi tujuan hidup manusia. Iman merupakan fundamen dalam sistem ajaran islam. Iman merupakan potensi dasar  yang harus di kembangkan dan  pengembangannya adalah dalam bentuk amal. Iman tanpa amal sama saja potensi yang tak dikembangkan.
            Di dalam pengetahuan teknologi , dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasi ke dalam suatu sistem yang disebut dinul islam, yang terkandung tiga unsure pokok yaitu akidah, syari’ah dan akhlak. Dengan kata lain ilmu , dan amal sholeh.
            Ada tiga inti ajaran islam yaitu iman , islam , dan ikhsan. Ketiga inti ajaran itu terintegrasi didalam sebuah sistem ajaran yang disebut dinul islam Dalam QS 14 (ibrahim) :24-25 yang artinya : “tidaklah kamu perhatikan bagaimana allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (dinul islam)seperti sebatang pohon yang baik, akarnya kokoh (menghujam kebumi)dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu mengeluarkan buahnya setiap musim dengan seizing tuhannya,. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat”.
Ayat diatas menggambarkan keutuhan antara iman , ilmu dan amal atau aqidah. Syari’ah dan akhlak dengan menganalogikan bangunan dinul islam bagaikan sebatang pohon yang baik. Akarnya menghujam ke bumi , bbatangnya menjulang tinggi ke langit , cabangnya atau dahannya rindang, dan buahnya amat lebat.
            Islam melihat bahwa IPTEKS dan agama adalah sesuatu yang memiliki kaitan. Sains tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan. Agama menjadi landasan segala prilaku manusia termasuk didalam sains dan teknologi . islam melihat sains sebagai suatu perkara yang amat penting karena dengan sains dan teknologi manusia dapat :
1.      Mengenal tuhannya
2.      Menegakkan hakikat kebenaran
3.      Membawa manusia kepada sikap tafakkur dan berfikir
4.      Membantu manusia memenuhi keperluan material untuk kehidupannya
5.      Membantu manusia dalam melaksanakan syariat
6.      Menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam
Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal shaleh apabila perbuatan tersebut tidak di bangun di atas landasan iman dan takwa. Sama halnya pengembangan ipteks yang lepas dari keimanan dan ketakwaan , tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan alam lingkungannya. Apabila IPTEKS tidak dikembangkan di atas dasar iman , maka yang akan timbul adalah kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan umat manusia.
Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)
Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia.
BAB III
1.3  C. Keutamaan Orang Beriman dan Berilmu
            Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal shaleh apabila perbuatan tersebut tidak di bangun diatas nilai-nilai iman dan ilmu yang benar. Sama halnya pengembangan ipteks yang lepas dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan dan alam lingkungannya bahkan akan menjadi malapetaka bagi kehidupannya sendiri.
            Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaannya karena dibekali seperangkat potensi. Potensi yang paling utama adalah akal. Akal berfungsi untuk berfikir hasil pemikirannya adalah ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
            Ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada allah Swt, akan memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan umat manusia termasuk bagi lingkungannya. Allah berjanji dalam QS 58(al-Mujadalah) :11 yang artinya “allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”
Disamping itu Rasullulah SAW banyak memberikan perumpamaan tentang keutamaan orang yang berilmu dengan sabdanya : “carilah ilmu walaupun di negeri china, mencari ilmu itu wajib bagi kaum muslim laki-laki dan perempuan sejak dari ayunan sampai ke liang lahat”.
Berikut ini adalah beberapa ayat al-Qur’an dan hadist yang dapat dijadikan sebagai dalil orang yang beriman dan berilmu memiliki keutamaan dan derajat yang istimewa.
1.      Surat az-Zumar ayat : 9 yang artinya “katakanlah : “adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
2.      Surat father ayat : 28 yang artinya : “sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba-hambNya adalah ulama.
3.      Hadits riwayat bukhori yang artinya : “barang siapa melalui sesuata jalan untuk mencari ilmu, maka allah memudahkan jalan baginya kesurga.
4.      Hadist riwayat tirmidzi (sunan tirmidzi juz 4) yang artinya : “dunia dilaknat, dilaknat apa yang ada di dalamnya kecuali zikir kepada allah Taa’ala dan orang alim (berilmu)atau penuntut ilmu”
5.      Hadits riwayat tirmidzi yang artinya :”keutamaan orang pandai terhadap orang yang beribadah adalah sebagai mana keutamaanku atas orang yang paling rendah diantara kalian.”dilanjutkan :”sesungguhnya allah , malaikatNya, penghuni langit dan bumi sampai semut didalam lubangnya dan juga ikan , mendoakan kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia (ulama).
Ilmu pada prinsipnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan usaha untuk mengorganisasikan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehai-hari. Namun, dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.
Ilmu dapat merupakan suatu metode berfikir secara objektif, tujuannya untuk menggambarkan dan member makna terhadap dunia faktual. Analisis ilmu itu objektif dan menyampingkan unsure pribadi , pemikiran logika diutamakan , netral dalam arti tidak dipengaruhi oleh sesuatu yang bersifat kedirian, karena dimulai dengan fakta. Ilmu merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu yang jauh dan dapat diamati panca indera manusia.
Dari sejumlah pengertian yang ada , sering ditemukan kerancuan antar pengertian pengetahuan dan ilmu. Kedua kata tersebut memiliki arti yang sama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia ilmu disamakan artinya dengan pengetahuan. Dari asal katanya bahwa pengetahuan diambil dari kata bahasa inggris yaitu knowledge , sedangkan ilmu diambil dari kata science dan peralihan dari kata arab ilm.
Menjelaskan keutamaan-keutamaan orang yang berilmu , Al-Gazali mengatakan “barang siapa berilmu , membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang lain, bagaikan matahari, selain menerangi dirinya uga menerangi orang lain. Dia bagaikan minyak kesturi yang harum dan menyebarkan keharumannya kepada orang yang berpapasan dengannya.
Dan menurut al-Gazali mengatakan juga “seluruh manusia akan binasa, kecuali orang yang berilmu. Orang-orang berilmu pun akan celaka jika tidak mengamalkan ilmunya. Dan orang yang mengamalkan ilmunya pun akan binasa kecuali orang-orang yang ikhlas”


BAB IV
1.4  D. Tanggung Jawab Ilmuan terhadap Alam Lingkungan
Kemajuan IPTEK tidak dipungkiri telah mengantar manusia kepada kemudahan, efektivitas Sdan efisiensi hidup. Dengan IPTEK manusia telah mampu meraih apa yang dulu dianggap sebagai suatu yang mustahil.
Namun disisi lain kemajuan IPTEK juga telah membawa akses yang negative dan destruktif yang merugikan dan mengancam kelangsungan hidup umat manusia dan lingkungannya. Dalam (QS. Ar-Rum:45) menyebutkan “telah timbul kerusakan di darat di lautan karena ulah tangan manusia”.
        Untuk itu ilmuan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam dari kelompok-kelompok perusak (ya’juj dan ma’juj). Ilmuan harus mempunyai tanggung jawab karena diberi amanahAllah untuk berbuat baik terhadap lingkungan
            Ada dua fungsi manusia didunia yaitu sebagai ‘abdun (hamba allah)dan sebagai khalifah allah di bumi. Tugas utama seorang abdun adalah mengaktualisasikan ketaatan, ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan allah. Adapun tugas utamanya sebagai khalifah allah di muka bumi adalah memakmurkan dunia ini sekaligus menjaga keseimbangan alam dan lingkungan tempat mereka tinggal. Manusia diberi kebebasan untuk mengeksplorasi , menggali sumber daya alam , serta memanfaatkannya dengan sebesar-beesar kemanfaatanuntuk kehidupan umat manusia dengan tidak menimbulkan dampak negatif lingkungan , karena alam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri.
Untuk menggali potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Tanpa menguasai IPTEKS , fungsi hidup manusia sebagai khalifah akan menjadi kurang dan kehidupan yang lebih baik tidak akan terwujud dan kehidupan manusia akan tetap terbelakang. Allah menciptakan alam karena allah menciptakan manusia. Seandainya allah tidak menciptakan manusia. Maka tidak perlu menciptakan alam. Oleh karena itu maka manusia mendapat amanah dari allah untuk memelihara alam agar terjaga kelestariannya dan keseimbangannya untuk kepentingan umat manusia itu sendiri.       


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Manusia adalah satu-satunya makhluk yang Allah karuniakan akal sebagai alat untuk berfikir. Dengan akal manusia mampu menyerap ilmu pengetahuan dan menciptakan teknologi, serta manghasilkan karya seni, sehingga dapat menciptakan peradaban di muka bumi. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra intuisi dan firasat. Jadi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Seni dalam islam sangat mempengaruhi bagi kemajuan agama islam.
Untuk itu setiap muslim harus bisa memanfaatkan alam yang ada untuk perkembangan iptek dan seni, tetapi harus tetap menjaga dan tidak merusak yang ada. Yaitu dengan cara mencari ilmu dan mengamalkanya dan tetap berpegang teguh pada syari’at Islam.

Daftar pustaka

Mansoer,Hamdan,dkk.2004.ilmu pengetahuan teknologi dan seni dalam islam.Jakarta:Departemen agama RI.
Aminuddin,dkk.2005.islam pengetahuan dan teknologi .Bandung:PT Ghalia Indonesia.
Imtihana,Aida,dkk.2009.pendidikan agama islam untuk perguruan tinggi umum.Palembang:Universitas Sriwijaya.
Faridi. 2002. Agama Jalan Kedamaian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Bakhtiar,Amsal.2010.filsafat ilmu.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.

Kamis, 07 November 2013

ayah

ayah. . .
perlakukan aku seperti yang lainnya
sayangilah aku , cintailah aku

ayah. . .
satu pintaku untukmu
jangan sakiti hatiku dengan perkataanmu
jangan kau buat diri ini menangis

hati ini sakit
kecewa dengan semuanya
mengapa selalu perbedaan yang ku dapat
aku lain dari anak-anakmu

ayah . . . 
aku hanya ingin kau sayangi
ingin di manja seperti yang lain
aku sayang ayah , begitupun ayah sayang aku 

Minggu, 03 November 2013

indahnya sebuah keikhlasan


Indahnya sebuah keikhlasan
Embun  yang menyelimuti dunia pagi , tetesan air yang mengalir di setiap daun-daun di taman depan rumah mungilku. Pagi ini udara tampak sejuk dan cuaca pun amat bersahabat.
Tanpa terasa kini tibalah hari yang di tunggu-tunggu para mahasiswa  untuk rehat sejenak setelah enam hari beraktivitas di kampus, yaps hari ini adalah  hari minggu. Hari untuk merefresh otak dan kondisi tubuh agar segar kembali, apalagi cuaca hari ini sangat mendukung untuk bersantai-santai di taman ku yang amat indah nan elok ini. Disini, ditaman kebanggaanku hembusan angin yang sepoi-sepoi menyambutku dan kupu-kupu pun berterbangan mengajakku bermain.
 Nina seorang gadis mungil , pendiam , cerdas dan sholeh. Teman-temannya pun berkata demikian, ia juga sering diminta untuk belajar bersama baik tugas kampus maupun untuk belajar mengaji. Ia sering menjadi tilawah dalam acara organisasi-organisasi baik dalam maupun luar kampus. Prinsip hidupnya  yang begitu hebat yaitu “wahai orang-orang yang beriman ! jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Yang mana terjemahan itu terdapat dalam Al-qur’an surat Muhammad:7.
Ia selalu teringat buku yang pernah dibaca yaitu tentang  keutamaan-keutamaan orang yang berilmu yang mana “barang siapa berilmu , membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang lain, bagaikan matahari, selain menerangi dirinya uga menerangi orang lain. Dia bagaikan minyak kesturi yang harum dan menyebarkan keharumannya kepada orang yang berpapasan dengannya. Itulah yang menjadikan Nina selalu berbuat kebaikan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Emmsss , Kini tiba hari senin waktunya untuk bersiap-siap untuk bergegas ke kampus melakukan kegiatan kembali , seketika  sampai di kampus aku disambut dengan senyum yang mendamaikan hati , tiba-tiba mereka pun menyapaku dengan lembut.
“hai nina cantik banget kamu hari ini” itulah pujian Lili , Via dan Rendy terhadapku
“hehehe kalian ini berlebihan deh  tapi , makasih loooh” jawabku dengan agak sedikit lebay

“oh iya nin tugas kemarin yang diberi bu sani sudah selesai ?” Tanya lena terhadapku. Belum ku menjawab pertanyaan dari Li ehh tiba-tiba “jelas sudah dong , kayak gak tahu Nina aja kamu tu Li” jawab Vie terhadap Li. Rendy dan Nina pun hanya tersenyum melihat tingkah temen-temennya itu. Mereka pun bergegas ke kelas untuk menerima materi dari ibu Sani dosen DDG , ehh ternyata ibu Sani hari ini tidak bisa hadir karena lagi ada tugas untuk menguji anak didiknya ujian skripsi , seperti biasanya jika tidak ada dosen masuk banyak temen sekelasnya yang minta untuk belajar bersama , belajar mengaji , dan masih banyak lagi. Namun aku pun mencoba membagi waktu kosong itu untuk teman-temanku dan kini tlah usai. Setalah itu kami bergegas ke masjid kampus untuk shalat berjamaah.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------         
Setelah 4 tahun lamanya kini lulus sudah aku dan beserta teman-teman, kini mulailah kami menitis karir kami masing-masing , yang mana sahabat dekatku si Lili bekerja di sebuah perusahaan ternama dia diangkat sebagai sekretaris direktur , sedangkan si Vie dia bekerja di sebuah Bank dan yang terakhir adalah Rendy , dia menduduki jabatan sebagai direktur Utama diperusahaan ayahnya. Sosok laki-laki ini lah yang mencintaiku sejak kami masih duduk di bangku SMA hingga dia sudah bekerja, namun kami tidak pernah menjalin suatu hubungan yang lebih , bisa dibilang pacaran , ooh itu tidak ! karena aku selalu berfikir Allah itu menciptakan manusia untuk saling berpasang-pasangan jadi kemana pun kami berada jika kami jodoh pasti akan bertemu lagi. Yah walaupun aku tahu, caraku ini tidak sepihak dengannya,  namun perlahan-lahan Rendy pun bisa menerima keputusanku itu.
            Kini semuanya berubah, aku mengidap penyakit kanker “ucap dokter terhadapku”. yang mana aku tidak biasa melakukan aktivitas seperti sahabat-sahabtku. Tiap minggu aku selalu terapi kerumah sakit dan Rendy pun masih setia menantiku dengan sabar. Aku percaya sesakit apapun yang aku rasakan jika penyakit itu allah yang memberikan kepada kita , maka Allah lah yang mengangkat kembali penyakit tersebut.
            Namun Allah berkehendak lain , Nina pergi untuk menghadap Allah begitu terpukulnya keluarga Nina , begitu pula dengan sahabat-sahabatnya apalagi Rendy dia begitu terpukul.
Namun sebelum Nina pergi, dia meninggalkan secarik kertas untuk si Rendy yang berisi “aku mencintaimu dalam Diamku, makasih untuk selama ini” J  Rendy yang membaca kertas tersebut meneteskan air mata kebahagiaan. Setelah pulang dari pemakaman apa yang terjadi Rendy mengalami kecelakaan dan disitulah dia menghembuskan nafas terakhirnya. Kembalilah Rendy kepada sang pencipta.

“Recana kita boleh indah tapi percayalah rencana Allah jauh lebih indah dari apapun"