Kamis, 29 Oktober 2015

WANITA WIRAUSAHA_Mika Purniati

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita dan tidak lupa pula kita mengirim salam dan salawat kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawakan kita suatu ajaran yang benar yaitu agama Islam, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Wanita Kewirausahaan” ini dengan lancar.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang kami peroleh dari sumber buku yang berkaitan dengan kewirausahaan , tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Kewirausahaan atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini, juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.Kami harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua,dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai implementasi iman dan takwa dalam kehidupan modern, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna,maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.












Daftar isi

1. Dorongan R. A. kartini
2. Skala Mengukur Minat Wirausaha
 3. faktor-faktor yang menunjang / menghambat wanita wirausaha
4. Perbedaan Wanita Wirausaha dan Pria Wirausaha














BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Wanita berdikari atau wanita berwirausaha sudah sejak lama menjadi pemikiran dan isi hati Ibu Kartini. Dunia bisnis atau dunia wirausaha bukan milik kaum Adam semata sebagai pemain tunggal, tapi dunia ini sudah menjadi trend masa kini buat wanita. Jumlah wanita yang terjun di dunia wirausaha tidaklah sedikit. Bahkan tidak jarang di berbagai perusahaan besar, wanitalah yang memegang peranan penting sebagai pucuk pimpinan. Inilah kenyataannya bahwa wanita bisa disejajarkan dengan pria dari segi bisnis.
Diungkapkan oleh DR. Suparman Sumahamijaya (1980: 96). Sesungguhnya Ibu Kartini telah merintis pendidikan mandiri bagi wanita sejak beliau berumur 16 tahun, sejak sekitar tahun 1893. Hal ini dapat dibuktikan dari hampir semua tulisan Ibu Kartini yang termuat di dalam kumpulan surat-suratnya yang dibukukan dengan judul Door Duisternis Tot Licht, dimana hampir setiap halaman surat-suratnya penuh dengan kata-kata perlunya pengembangan watak dan pembentukan watak di atas pendidikan otak. Karena dengan pembentukan watak, Ibu Kartini yakin manusia akan lebih mampu untuk berdiri sendiri, tidak bergantung dari kerabat dan dari siapapun. Berkali-kali ditekankan perlunya kepercayaan pada diri sendiri.





1.2.       Rumusan Masalah
1.        Bagaiamanakah Dorongan RA Kartini dalam bidang Kewirausahaan bagi kaum Wanita?
2.    bagaimana cara mengetahui minat wanita dan pria dalam dunia kewirausahaan ?
3.    apa hambatan seseorang wanita dalam berwirausaha ?
4.    apa perbedaan antara wanita dan pria dalam berwirausaha ?


1.3.       Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah “Wanita wirausaha” dan juga tujuan penulis agar mengetahui, paham dan dapat mengembangkannya dalam  keseharian.












BAB II PEMBAHASAN
WANITA WIRAUSAHA
 
1. Dorongan R. A. kartini
Wanita berdikari atau wanita berwirausaha sudah sejak lama menjadi pemikiran dan isi hati Ibu Kartini. Dunia bisnis atau dunia wirausaha bukan milik kaum Adam semata sebagai pemain tunggal, tapi dunia ini sudah menjadi trend masa kini buat wanita. Jumlah wanita yang terjun di dunia wirausaha tidaklah sedikit. Bahkan tidak jarang di berbagai perusahaan besar, wanitalah yang memegang peranan penting sebagai pucuk pimpinan. Inilah kenyataannya bahwa wanita bisa disejajarkan dengan pria dari segi bisnis.
Diungkapkan oleh DR. Suparman Sumahamijaya (1980:96): Sesungguhnya Ibu Kartini telah merintis pendidikan mandiri bagi wanita sejak beliau berumur 16 tahun, sejak sekitar tahun 1893. Hal ini dapat dibuktikan dari hampir semua tulisan Ibu Kartini yang termuat di dalam kumpulan surat-suratnya yang dibukukan dengan judul Door Duisternis Tot Licht, dimana hampir setiap halaman surat-suratnya penuh dengan kata-kata perlunya pengembangan watak dan pembentukan watak di atas pendidikan otak. Karena dengan pembentukan watak, Ibu Kartini yakin manusia akan lebih mampu untuk berdiri sendiri, tidak bergantung dari kerabat dan dari siapapun. Berkali-kali ditekankan perlunya kepercayaan pada diri sendiri.
Surat-surat Ibu Kartini dibukukan pula dengan judul Letters of A Javanese Princess dan beredar di Amerika semenjak tahun 1921 oleh Charles Scribner Sons, New York. Penerjemahnya yang bernama Agnes Louise Symmers menyebutkan bahwa Ibu Kartini dalam perjuangannya menyadari bahwa The freedom of women could only come through economic independence (kebebasan wanita hanya bisa datang dari kebebasan ekonomi). 
Perjuangan Kartini bukan hanya kaum wanita saja, tetapi dia berjuang untuk seluruh kemanusiaan yang selama ini tidak bisa dilakukan oleh wanita. 
Walaupun usia beliau hanya mencapai 25 tahu, tapi beliau berhasil menyajikan karya tulis sebanyak kurang lebih 450 halaman, yamg mana karya tulis tersebut mengandung kepadatan kata-kata dengan arti yang sangat dalam, keras, dan mengesankan.
Kemampuan berwirausaha bisa kita ukur dengan skala minat dan keinginan dalam berwirausaha, meskipun skala tersebut tidak mutlak kebenarannya, akan tetapi setidaknya bias menjadi toak ukur sejauh mana minat usaha kita, atau minat kita dalam berwirausaha.
2. Skala Mengukur Minat Wirausaha
Mengukur diri sendiri dengan cara melingkari salah satu angka yang sesuai dengan pribadi anda. Arti dari masing-masing angka adalah:
5 = Sangat Kuat
4 = Kuat
3 = Sedang
2 = Lemah
1 = Lemah Sekali
Pedoman wawancara adalah sebagai berikut.
  1. Bagaimana sejarah hidup pemiliknya?
  2. Apakah salah seorang famili dari pemilik memiliki usaha ?
  3. Apakah pemilik ini pernah bekerja di perusahaan sebelumnya?
  4. Pernakah ia memimpin perusahaan sebelumnya?
  5. Adakah dasar pengetahuan yang ia miliki yang mendorong untuk membuka usaha?
  6. Mengapa ia terdorong untuk membuka bisnis ?
  7. Mengapa ia memilih bisnis di bidang ini?
  8. Apakah bentuk hokum dari usaha ini?
  9. Apakah ada perijinan yang perku diurus dulu sebelum perusahaan berjalan?
  10. Berapa jumlah uang yang ia miliki pada saat membuka usaha?
  11. Dari mana ia mendapatkan uang itu?
  12. Apakah jumlah uang itu ideal untuk memulai usaha?
  13. Berapa lama ia mampu untuk mencapai titik “break event”
  14. Bagaimanakh perencanaan yang dibuat oleh pemilik sebelum membuka usaha?
  15. Berapa lama ia menyusun perencanaan, dan apakah selalu dikembangkan?
  16. Adakah tenaga ahli yang ia gunakan? Tenaga ahli dalam bidang apa?
  17. Bagaimana dan mengapa ia memilih lokasi di tempat ini
  18. Apakah ia mempromosikan pembukaan usahanya?
  19. Masalah apakah yang ia hadapi sejak membuka usaha sampai sekarang?
  20. Bagaimana mengatasi masalah itu?
  21. Catatan apa saja yang ia buat dalam perusahaan?
  22. Bagaimana reaksi familinya terhadap kegiatan usahanya?
  23. Apakah keuntungan dan kerugian membuka usaha?
  24. Informasi dan keterampilan apa saja yang diperlukan untuk membuka usaha ini?
  25. Nasehat apa yuang ia berikan apabila ada wanita lain yang ingin membuka usaha sejenis?
  26. bagaiman masa depan dari usaha ini?
Pada umumnya orang terdorong membuka usaha sendiri karena faktor berikut:
  1. Membuka kesempatan untuk memperoleh keuntungan
  2. Memenuhi keinginan dan minat pribadi
  3. terbuka kesempatan untuk menjadi “Bos”
  4. Adanya kebebasan dalam manajeman
Dengan adanya dorongan diatas , maka pada saat permulaan orang ingin membuka usaha dalam bentuk perorangan, dan setelah usahanya berkembang, maka orang mulai mempertimbangkan bentuk usaha lain misalnya persekutuan yang berbadan hukum. 
 3. faktor-faktor yang menunjang / menghambat wanita wirausaha
Faktor yang menunjang wanita Wirausaha yaitu:
1. Naluri kewanitaan yang bekerja lebih cermat, pandai mengantisipasi masa depan, menjaga keharmonisan, kerja sama dalam rumah tangga dapat diterapkan dalam kehidupan usaha.
2. Mendidik anggota keluarga agar berhasil dikemudian hari, dapat dikembangkan dalam personel Manajement Perusahaan.
3. Faktor adat istiadat, contohnya di bali dan sumatra barat, dimana wanita memegang peranandalam mengatur ekonomi rumah tangga.
4. Lingkungan kebutuhan hidup seperti jahit menjahit, menyulam, membuat kue, aneka masakan, kosmetika, mendorong lahirnya wanita pengusaha yang mengembangkan komoditi tersebut.
5. Majunya dunia pendidikan wanita sangat mendorong perkembangan wanita karir, menjadi pegawai, atau membuka usaha sendiri dalam berbagai bidang usaha.
Banyaknya kaum wanita dan kelompok minoritas terjun ke dunia usaha, yang kebanyakan dalam usaha small business, didorong oleh alasan2 berikut :
                    Entrepreneurial idea  : 35 %
                    Glass ceiling   : 22%
Glass ceiling ini agak spesifik. Apa artinya glass ceiling? The glass ceiling is an invisible barrier that keeps women and minorities from reaching the highest level positions (Bovee 2004). Glass ceiling artinya satu hambatan yang tidak kelihatan bagi wanita dan kelompok minoritas untuk mencapai posisi-jabatan lebih tinggi dalam sebuah organisasi. Hambatan secara diam-diam ini, karena dominasi karyawan pria, dan banyaknya gangguan bagi karyawan wanita karena masalah keluarganya, kesehatan dsb. Dan juga adanya sexism, job discrimination dan sexual harassment.
•             Bore in job                        14% 
•             Downsized                       10%  
Akibat perampingan organisasi, penciutan karyawan, berimbas kepada beralihnya perhatian pada bisnis kecil, mendirikan usaha sendiri.
                    Fell into it                            10%
                    Family event                        5%
                    Born entrepreneur                 4%




Faktor yang menghambat wanita Wirausaha yaitu:
1. Faktor kewanitaan, dimana sebagai ibu rumah tangga ada masa hamil, menyusui, tentu agak menganggu jalanya bisnis. Hal ini dapat diatasi dengan dengan mendelegasikan wewenang atau tugas kepada karyawan lain. Tentunya pendelegasian ini mempunyai keuntungan dan kerugian.jalannya perusahaan tidak akan persis sama bila dipimpin oleh pemilik sendiri, jadi ada dua kemungkinan, lebih baek atau lebih buruk.

2. Faktor sosial budaya, adat istiadat, wanita sebagai ibu rumah tangga bertanggung jawab penuh dalam urusan rumah tangga, bila anak atau suami sakit, ia harus memberi perhatian penuh, dan ini akan mengganggu aktivitas usahanya. Jalannya bisnis yang dilakukan oleh wanita tidak sebebas yang dilakukan oleh laki laki.

3. Faktor emosional yang dimiliki wanita, disamping menguntungkan dan juga bisa merugikan, misalnya dalam mengambil keputusan, karena ada faktor emosional, maka keputusan yang diambil akan kehilangan rasionalitasnya. Juga dalam memimpin karyawan, muncul elemen2x emosional yang mempengaruhi hubungan dengan karyawan pria atau wanita yang tidak rasional lagi.

4. Sifat pandai, cekatan, hemat dalam mengatur keuangan rumah tangga, akan mempengaruhi terhadap keuangan perusahaan. Kadang kadang wanita pengusaha agak sulit dalam mengeluarkan uang, dan harga – harga dipasang agak tinggi. Kibiasaan kaum ibu ialah bila mau membeli ia menawar rendah skali tapi bila menjual ingin tinggi.
Penyebab beberapa pelaku bisnis kecil mengalami KEGAGALAN :
1.      Management incompetence – kurang menguasai manajemen
2.      Lack of industry experience – kurang pengalaman dalam industry
3.      Inadequate financing – kekurangan modal
4.      Poor business planning – perencanaan bisnis kurang matang
5.      Unclear or unrealistic goals – kurang jelas, tidak realistic dalam menetapkan tujuan
6.      Failure to attract and keep target customer – tidak berhasil menarik konsumen
7.      Uncontrolled growth – pertumbuhan tidak terkendali
8.      Inappropriate location – lokasi kurang cocok
9.      Poor inventory and financial controls – keuangan kurang kontrol , persediaan barang kurang mencukupi
4. Perbedaan Wanita Wirausaha dan Pria Wirausaha
Wanita pengusaha bertumbuh sangat pesat di Amerika, terutama di segmen bisnis kecil. Wanita membuka bisnis dua kali lipat banyaknya dari pria. Pada saat ini wanita memiliki sepertiga dari semua bentuk bisnis, dan diharapkan akan tumbuh menjadi 50% wanita pengusaha pada tahun 2000.
Perbedaan-perbedaan ini antara lain :
1. Wanita Pengusaha dimotivasi untuk membuka bisnis karena ingin berprestasi dan adanya frustasi dalam pekerjaan sebelumnya, dia merasa terkekang karna tidak dapat menampilkan kebolehannya dan mengembangkan bakat2x yang ada pada dirinya
2. Dalam hal permodalan bisnis pria pengusaha lebih leluasa memperoleh sumber modal sedangkan wanita memperoleh modal dari tabungannya, harta pribadi dan pinjaman pribadi, agak sulit bagi wanita pengusaha memperoleh pinjaman perbankan dibandingan kaum pria.
3. Mengenai karakteristik kepribadian wanita pengusaha mempunyai sifat toleransi dan flexible, realistik dan kreatif, antusias dan enerjik dan mampu berhubungan dengan lingkungan masyarakat dan memiliki medium level of self confidence, kaum pria self confidencenya lebih tinggi dari kebanyakan wanita.
4. Usia memulai usaha pria rata2x umur 25-35, sedangkan wanita di berusia 35-45.
5. Kerabat yang menunjang pada pengusaha wanita adalah keluarganya, suami, organisasi wanita dan kelompok kelompok sepergaulannya.
6. Bentuk bisnis yang dibuka pada pria pengusaha lebih banyak ragamnya akan tetapi pada wanita pengusaha kebanyakan berhubungan bisnis jasa, pendidikan, konsultan, dan public relation


BAB III PENUTUP

Kesimpulan
Setelah Mempelajari materi wanita wirausaha ini Maka dapat ditarik kesimpulan, yaitu: Penerapan Kewirausahaan ini digunakan oleh Wanita Wirausaha untuk kepentingan eksekutif agar proses analisis terhadap Pelaku Usaha menjadi lebih mudah karena alat bantu makalah ini dapat mengekstrak data serta mengklasifikasikan ke dalam kelas yang terbentuk bagi para mahasiswa serta Alat bantu makalah ini memberikan visualisasi informasi terhadap hasil analisis dalam bentuk laporan, grafik ataupun chart dan memberikan manfaat bagi eksekutif event Wanita Wirausaha di mana output yang dihasilkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penentuan tema seminar serta workshop.


Saran
Kini RA Kartini telah tiada, cita-cita dan perjuangannya telah dapat kita nikmati, kemajuan yang telah dicapai kaum wanita Indonesia sekarang ini adalah berkat goresan penanya semasa hidup yang kita kenal dengan buku “HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”.
Mari kita pertahankan hasil perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan dengan penuh kedamaian dan perdamaian bangsa







Daftar pustaka

Alma, Buchari.2011.Kewirausahaan.Bandung:Alfabeta


Daun yang Malang_Goresan Mika Purniati

Daun yang Malang
Daun bukan lah sosok anak yang lembut, namun dia selalu berusaha ingin membahagiakan  sang akar dan batang. Tapi apa respon dari akar dan batang mereka selalu menganggap apa yang dilakukan daun salah padahal daunlah yang menyejukkan ranting-ranting dalam keluarga kecil tersebut. Ranting-ranting yang hanya bermodal sikap yang belum tentu baik tapi daunlah yang selalu di anggap salah. Kadang kala daun kecewa dengan sikap akar yang selalu berbeda sikap . apakah akar dan batang tahu ? bahwa daun berkeinginan ingin mengangkat akar dan batang menjadi sekokoh pohon yang kuat nan rindang , pun meraka belum mengetahui.

Daun sosok yang keras , manja namun tak ingin dikerasi (gimanalah maunya :D). kelak ketika hujan datang di dekat daun-daun akan ada buah-buah yang segar yang akan di nikmati sang akar, batang , ranting-ranting ,matahri dan hujan. Oh begitu baiknya daun (menurut sudut pandang penulis J )

Pejuang Long Distance Relationship_Mika Purniati

Pejuang Long Distance Relationship
Tetesan hujan yang kian berdenting merdu membasahi atap rumahku, yang tak pernah kutahu kapan hari ini hujan kan berhenti. Cuaca yang berubah-ubah menjadi ketidakpastian manusia untuk bekerja yang mana mendung pun datang namun terik kembali menyinari alam semesta ini hingga mendung, panas, mendung,panas yang tak menentu ini. Namun apa daya ini adalah kuasa-Nya yang tak dapat untuk diubah oleh butiran debu.
            Penantian ? kata yang terlintas dalam pikiranku saat ini, yaps apakah yang kunanti?? sebuah rasa rindu untuk bertemu namun waktulah yang enggan untuk mempertemukan kami entah sampai kapan aku akan menantinya. Hendak ku marah dan menangis menahan rasa rindu ini, begitu amat sakit dirasa. Begitu sulit menjalani hari tanpanya, rasa rindu ini begitu mencekik hatiku untuk meihatnya. Setiap hari, minggu, bahkan berbulan-bulan untuk melihat senyumnya pun aku tak bisa mungkin hanya melalui sosial media skype aku mampu melihat mata dan senyumnya yaaps kita tahu hanya melalui jejaring sosial dunia maya, kapan ya allah ?? kapan aku bisa melihatnya secara nyata? L aku hanya mampu menangis dan marah dengan dirinya kadang pula aku marah dengan keadaan ini yang begitu tega memisahkan kami, namun ketika aku marah dengannya apakah keadaan ini berubah, yah tentu saja keadaan ini tak akan merubah kami untuk tetap long distance relationship.
            Suara ayam pun berkokok pertanda pagi telah tiba, aku pun harus menjalani aktivitasku sebagai mahasiswi, setiap jam 08.00 ku harus menyusuri kampusku dari kost menuju Fakultasku yaitu fakultas keguruan dan ilmu pendidikan yang sering kita sebut dengan FKIP, yah… itulah fakultas dimana aku menimba ilmu di Universitas Sriwijaya (UNSRI), fakultas yang lumayan jauh dari kost ku jika berjalan kaki sekitar 20 menit. Setiap hari, ku selalu berangkat bersama sahabatku sebut saja dia anik dialah sosok yang  menemani setiap harinya. Anik adalah sahabat serta satu kost denganku, satu prodi dan tentunya satu fakultas denganku.Penasaran nih kami program studi apa??? :D oke aku kasih tahu kami dari program studi pendidikan ekonomi, bicara tentang ekonomi pastinya kita belajar juga tentang akuntansi. rutinitas ini selalu kami lakukan berdua bahkan teman-teman sekelas mengatakan kami itu mirip, kembar dan lain-lain. Mana mungkin beda ibu bapak bisa mirip hehehehe yaaa itu karna kami selalu bersama sehingga mengatakan kami itu mirip. Detak-detik jam berputar hingga senja, kami harus puang menuju kost’an.
            Malam pun beranjak kian larut, seiring purnama keindahan menemani resahku. Resah akan rindu yang merambat jiwaku. Purnama yang begitu elok nan indah namun entah mengapa hatiku tak mampu tenang , resah karna menanti. 6 bulan aku menanti, namun tak kunjung datang jua. Aku harus bagaimana lagi ? tidak di rantauan, tidak dirumah hanya seonggok menatapnya pun belum bisa.
Kriiiiinnngggggg…. Hp ku berdering ada telpon darinya bahwa dia mengabarkan tidak jadi pulang tanggal 10 juni 2015. Kecewa, marah dan rasa ingin menangis itu sudah pasti Kadang hati ini ingin pergi namun apalah daya kekuatan cinta yang menahan untuk tetap bertahan dengannya, ciyeeeeeeeee….. siapakah sosok dia itu ? dia adalah sosok yang begitu sabar menghadapi sifatku yang begitu manja nan ego ini , namanya adalah Andri Ermansyah seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung yang mengambil jurusan pendidikan Teknik Mesin, jujur begitu bangga aku memilikinya.tetapi jarak berkata tidak untuk kami.Dan malam semakin larut, purnama semakin meninggikan tahta singgasannya sambil memancarkan sinarnya. Alam terbentang luas ini masih kulalui dengan hati resah dengan segudang rinduku, sungguh tersiksa ku dibuat olehnya, seketika terbesit fikiranku tentangnya, beberapa sepasang kekasih saat weekend jalan berdua dengan pasangannya, selfie berdua sugguh envy jika ku melihatnya. Apalagi melihat display picture dikontak bbm ku, dengan foto berdua bersama pasangannya, ingin rasanyaku seperti mereka namun kadang kala terbesit pula dia berjuang untuk masa depannya dan masa depanku kelak (eheeeeemmm…..) apalagi teringat ucapannya, “aku disini berjuang untuk masa depan kita, untuk aku , kamu dan anak-anak kita kelak, ini bukan untuk siapa-siapa namun ini nanti adalah untukmu.” Sungguh ku terharu dan meneteskan air mata  jika mengingat pesannya. Begitu jahatkah diri ini yang tak mampu memahami dan mengerti keadaan dia, dia sakit magh, hernia dan gejala jantung begitu komplikasi kesehatan dia, setiap harinya  meringik kesakitan denganku serta obat-obatanlah yg menemani dia setiap saat. Entah kadang diri ini merasa begitu egois dengannya tetapi keegoisan ini muncul ketika ku mengingat keadaan kami yang LDR, sungguh ! sebenarnya aku tak tega  dengannya. Jujur aku begitu menyayangi dia, kegilaan cinta dan kasih sayang ini yang membodohkan aku untuk bertahan dengannya, sesakit apapun yang aku rasakan aku tak ingin meninggalkan dia sedikitpun, tapi sungguh aku tak sanggup lagi untuk menajalaninya. Lelah ku menunggunya pulang karena hidupku bukan hanya untuk menantinya, namun kembali lagi kekuatan cintalah yang membuat kami selalu bertahan.
Udara dingin malam masih menyelimuti, rasanya tak sanggup mata tuk terpejam sejenak karena detak jam menunjukkan waktu tuk rehat, mungkin karena rasa kesal dengannya sehingga mata ini tak mampu untuk terpulas tidur, dering hape terus berbunyi bersautan layaknya kicauan burung merpati yang elok nan merdu namun tak sedikitpun aku menyenggol hp tersebut. Apa daya badan harus dipaksa untuk terlelap agar kepenatan itu mereda, dan aku pun mulai memejamkan mata.
            Keesokan harinya dengan wajah polos ini terbangun oleh suara jeritan ibu, menandakan diri ini disuruh bangun dan melakukan shalat subuh, seperti aktivitas biasa aku membantu beliau membereskan rumah, karena aktivitas beliau setelah memasak adalah berangkat kepasar untuk belanja sayuran, yaps… ibu  beredagang sayur, bakso dan mie ayam.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------  
Setiap saat ku hanya bisa berdoa kepada illahi agar dia diberikan kesembuhan, ku yakin keajaiban itu akan datang untuk dia. Sembuh adalah harapan kami, suka duka telah kita lewati bersama dan semoga kelak tuhan kan menyatukan kita sampai maut menjemput.



Note : Aku sayang kamu wahai calon imamku Andri Ermansyah tak banyak yang aku berikan kepadamu , aku hanya bisa mendoakan mu agar lekas sembuh.