DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………………………………………………….
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………………………………………………………….
1. BAB
I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………..
- Latar belakang
masalah………………………………………………………………………………….
-Rumusan masalah………………………………………………………………………………………………………..
-tujuan
penulisan masalah…………………………………………………………………………………………….
2. BAB II………………………………………………………………………………………………………………..
-Pengertian
ilmu pengetahuan , teknologi dan seni dalam islam ……………………..
-iman, ilmu
dan amal sebagai kesatuan……………………………………………………………..
-keutamaan
orang beriman dan berilmu…………………………………………………………….
-tanggung
jawab ilmuwan terhadap alam lingkungannya……………………………………
3. BAB
III…………………………………………………………………………………………………………………..
-Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………….
-Daftar
pustaka…………………………………………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR
Sebagai
agama yang universal Islam tidak hanya menitikberatkan pada persoalan ukhrawi
saja saja seperti ibadah, aqidah dan tauhid. Pada kenyataannya, Islam juga
sangat memerhatikan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam
kehidupan umat manusia. Itulah sebabnya dalam al-quran tidak hanya mengatur
tentang ubudiyah saja tetapi juga banyak memuat ayat-ayat yang berkenaan dengan
IPTEK dan seni. Hal itu karena disamping ditentukan oleh nilai-nilai
peribadatannya kepada Allah, martabat manusia juga ditentukan oleh kemampuannya
mengembangkan IPTEK dan seni, untuk kemanfaatan hidupnya. Hal itu karena
disamping ditentukan oleh nilai-nilai peribadatannya kepada Allah, martabat
manusia juga ditentukan oleh kemampuannya mengembangkan IPTEK dan seni, untuk
kemanfaatan hidupnya. Dengan IPTEK alam dan isinya yang telah dianugrahkan
Allah kepada manusia dapat dieksplorasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
kepentingan manusia. Sedangkan dengan seni manusia bias menjaga keasrian alam,
agar selalu tetap dalama fitrahnya sebagai alam dan mencegah ketidak seimbangan
yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kemajuan IPTEK. Untuk itulah Islam
tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan masalah
peribadatan lainnya
DAFTAR ISI
1.1
Pengertian ilmu pengetahuan , teknologi
dan seni dalam islam
1.2
Iman, ilmu dan amal sebagai kesatuan
1.3
Keutamaan orang beriman dan berilmu
1.4
Tanggung jawab ilmuan terhadap alam
lingkungannya
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan Agama Islam
adalah usaha untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
sesuai dengan ajaran Islam, bersikap inklusif, rasional dan filosofis dalam
rangka menghormati orang lain dalam hubungan kerukunan dan kerjasama antar umat
beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional (UU No. 2 Tahun
1989). Dan bisa
LATAR BELAKANG MASALAH
Di
zaman modern pada saat ini ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan dalam kemajuan
suatu bangsa, serta ilmu tersebut akan berpengaruh terhadap taraf
ekonomi, social, dan intelktual seseorang. Dari tahun ketahun IPTEK sudah
berkembang dengan pesat. Bahkan untuk oknum-oknum tertentu IPTEK merupakan
suaut kebutuhan primer.
Islam
sangat memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam
kehidupan umat manusia. Martabat manusia disamping ditentukan oleh
peribadahannya kepada Allah, juga ditentukan oleh kemampuan mengembangkan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni. Bahkan di dalam Al-Qur’an sendiri Allah
menyatakan bahwa hanya orang yang berilmulah yang benar-benar takut kepada
allah
Dialog antara Allah dengan malaikat ketika Allah mau menciptakan manusia dan malaikat mengatakan bahwa manusia akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, Allah membutikan keunggulan manusia daripada malaikat dengan kemampuan manusia menguasai ilmu melalui kemampuan menyebutkan nama-nama. IPTEK dan seni dalam praktek mampu mengangkat harkat dan martabat manusia karena melalui IPTEK dan seni manusia mampu melakukan eksplorasi kekayaan alam yang disediakan oleh Allah. Karena itu dalam pengembangan ilmu IPTEK dan seni, nilai-nilai Islam tidak boleh diabaikan agar hasil yang diperoleh memberikan kemanfaatan sesuai dengan fitrah hidup manusia.
Dialog antara Allah dengan malaikat ketika Allah mau menciptakan manusia dan malaikat mengatakan bahwa manusia akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, Allah membutikan keunggulan manusia daripada malaikat dengan kemampuan manusia menguasai ilmu melalui kemampuan menyebutkan nama-nama. IPTEK dan seni dalam praktek mampu mengangkat harkat dan martabat manusia karena melalui IPTEK dan seni manusia mampu melakukan eksplorasi kekayaan alam yang disediakan oleh Allah. Karena itu dalam pengembangan ilmu IPTEK dan seni, nilai-nilai Islam tidak boleh diabaikan agar hasil yang diperoleh memberikan kemanfaatan sesuai dengan fitrah hidup manusia.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana konsep IPTEKS seni dalam islam
?
2.
Bagaimana korelasi antara iman , ilmu
dan amal di dalam kehidupan ?
3.
Bagaimana menjelaskan keutamaan orang
beriman ?
4. Bagaimana
komitmen islam dalam ilmu pengetahuan ?
TUJUAN
Tujuan dari makalah ini adalah agar mampu :
1. Mengetahui
dan menjelaskan tentang konsep IPTEK dalam islam.
2. Mengetahui
apa saja yang menjadi sumber ilmu pengetahuan dalam islam.
3. Menjelaskan
korelasi antara iman, ilmu dan amal di dalam kehidupan.
4. Menjelaskan
keutamaan orang yang berilmu.
5. Mengetahui
komitmen islam terhadap lmu pengetahuan.
6. Mengetahui
modernisasi pendidikan dalam islam.
7. Mengetahui
komitmen islam terhadap ilmu pengetahuan.
BAB II
PEMBAHASAN
ILMU PENGETAHUAN ,
TEKNOLOGI DAN SENI DALAM ISLAM
1.1 A.Konsep Ilmu Pengetahuan , Teknologi dan
Seni dalam Islam
Pengetahuan
dapat di artikan sebagai hasil tahu manusia terhadap sesuatu objek yang
dihadapi, hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Maka ,
pengetahuan adalah segala fenomena alam yang dapat dicapai oleh indra manusia .
Konsekwensi logis dari pengetahuan akan melahirkan berbagai pengalaman manusia
, akan tetapi pengalaman manusia ini terkadang kebenarannya tidak mutlak dan perlu
diuji lagi.
Kata sains
disadur dalam bahasa Indonesia menjadi
ilmu pengetahuan , sedangkan dalam sudut pandang filsafat ilmu, pengetahuan
dengan ilmu sangat berbeda maknanya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang
diketahui manusia melalui tanggapan panca indera dan instuisi, sedangkan ilmu
pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diinterpretasi , diorganisasi dan
disistematisasi sehingga menghasilkan kebenaran obyektif , sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji
ulang secara alamiah. Secara etimologis kata ilmu berarti kejelasan , karena
segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai cirri kejelasan (M. Daud Ali,
1998:69)
Istilah
teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan. Dalam sudut pandang budaya ,
teknologi merupakan salah satu unsur
budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Meskipun
pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan netral. Dalam
situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi untuk merusak
dan potensi kekuasaan. Disinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dengan
teknologi.
Teknologi dapat
membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga
sebaliknya dapat membawa dampak negative berupa ketimpangan-ketimpangan dalam
kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta.
Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi
kehidupan manusia dan atau digunakan
untuk kehancuran manusia itu sendiri. Oleh sebab itu kebenaran ipteks sangat
relatif. Sumber ipteks dalam islam adalah wahyu allah. Ipteks yang islami
selalu mengutamakan kepentingan orang banyak dan kemaslahatan bagi kehidupan
manusia. Untuk itu ipteks dalam pandangan islam tidak bebas nilai. Integrasi
ipteks dengan agama merupakan suatu keniscayaan untuk menghindari terjadinya
proses sekularisasi yaitu pemisah antaradoktrin-doktrin agama dengan
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Hamda Mansoer,2004:93)
Tujuh factor yang menjadi pendorong bagi
kemajuan IPTEK di dunia islam pada abad yang lalu, antara lain:
1. kesatuan agama dan
budaya agama islam
2. arabisasi dan
peranan bahasa arab
3. akademi, sekolah,
observasi, dan perpustakaa
4. kebijakan Negara
tentang pengembangan IPTEK
5. Perlindungan Negara
sangat jelas terhadap para ilmuan dan para insinyur
6. Penelitian,
eksperimen dan penemuan baru
7. Perdagangan
internasional
Seni adalah hasil
ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekspresi
jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari
budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yang hakiki identik
dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian. Seni yang
lepas dari ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan
akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi orang-orang
yang kematangan jiwanya terus bertambah.
Menurut Ernst
Diez dalam Muhammad abdul jabbar (1998:2) cirri ciri seni islam atau seni
islamisadalah seni yang mengungkapkan sikap pengabdian kepada allah.
Syarat-syarat
ilmu.
Suatu
pengetahuan dapat dikategorikan sebagai ilmu apabila memenuhi tiga unsure pokok
sebagai berikut:
1.
Ontologi
artinya
bidang studi yang bersangkutan memiliki obyek studi yang jelas. Obyek studi
sebuah ilmu ada dua yaitu obyek material
dan obyek formal.
2.
Epistimologi
artinya
bidang studi yang bersangkutan memiliki metode kerja yag jelas. Ada tiga metode
kerja suatu bidang studi yaitu metode deduksi, induksi dan edukasi.
3.
Aksiologi
artinya
bidang studi yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatannya.
Bidang studi tersebut dapat menunjukkan
nilai-nilai teoritis,hukum—hukum, generalisasi, kecenderungan umum,
konsep-konsep, dan kesimpulan-kesimpulan logis, sistematis dan koheren.
1.2 B. Iman , ilmu dan Amal Sebagai Kesatuan
Islam
merupakan ajaran agama yang landasan pengembangannya adalah iman. Iman adalah
kepercayaan terhadap wujud zat yang maha mutlak yang menjadi tujuan hidup
manusia. Iman merupakan fundamen dalam sistem ajaran islam. Iman merupakan
potensi dasar yang harus di kembangkan
dan pengembangannya adalah dalam bentuk
amal. Iman tanpa amal sama saja potensi yang tak dikembangkan.
Di
dalam pengetahuan teknologi , dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan
dinamis yang terintegrasi ke dalam suatu sistem yang disebut dinul islam, yang
terkandung tiga unsure pokok yaitu akidah, syari’ah dan akhlak. Dengan kata
lain ilmu , dan amal sholeh.
Ada
tiga inti ajaran islam yaitu iman , islam , dan ikhsan. Ketiga inti ajaran itu
terintegrasi didalam sebuah sistem ajaran yang disebut dinul islam Dalam QS 14 (ibrahim) :24-25 yang artinya : “tidaklah kamu perhatikan bagaimana allah
telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (dinul islam)seperti sebatang pohon
yang baik, akarnya kokoh (menghujam kebumi)dan cabangnya menjulang ke langit.
Pohon itu mengeluarkan buahnya setiap musim dengan seizing tuhannya,. Allah
membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat”.
Ayat diatas menggambarkan keutuhan
antara iman , ilmu dan amal atau aqidah. Syari’ah dan akhlak dengan
menganalogikan bangunan dinul islam
bagaikan sebatang pohon yang baik. Akarnya menghujam ke bumi , bbatangnya
menjulang tinggi ke langit , cabangnya atau dahannya rindang, dan buahnya amat
lebat.
Islam
melihat bahwa IPTEKS dan agama adalah sesuatu yang memiliki kaitan. Sains tidak
dapat dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan. Agama menjadi landasan segala
prilaku manusia termasuk didalam sains dan teknologi . islam melihat sains
sebagai suatu perkara yang amat penting karena dengan sains dan teknologi
manusia dapat :
1.
Mengenal tuhannya
2.
Menegakkan hakikat kebenaran
3.
Membawa manusia kepada sikap tafakkur
dan berfikir
4.
Membantu manusia memenuhi keperluan
material untuk kehidupannya
5.
Membantu manusia dalam melaksanakan
syariat
6.
Menjaga keseimbangan dan keharmonisan
alam
Perbuatan baik seseorang tidak akan
bernilai amal shaleh apabila perbuatan tersebut tidak di bangun di atas
landasan iman dan takwa. Sama halnya pengembangan ipteks yang lepas dari
keimanan dan ketakwaan , tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan
menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan alam lingkungannya. Apabila
IPTEKS tidak dikembangkan di atas dasar iman , maka yang akan timbul adalah
kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan umat manusia.
Beriman kepada Allah adalah kebutuhan
yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia
beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman.
Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al
Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan
sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu
telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)
Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa
Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang
yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu,
beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia.
BAB III
1.3 C. Keutamaan Orang Beriman dan Berilmu
Perbuatan baik seseorang
tidak akan bernilai amal shaleh apabila perbuatan tersebut tidak di bangun
diatas nilai-nilai iman dan ilmu yang benar. Sama halnya pengembangan ipteks
yang lepas dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilai ibadah serta tidak
akan menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan dan alam lingkungannya
bahkan akan menjadi malapetaka bagi kehidupannya sendiri.
Manusia
sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaannya karena
dibekali seperangkat potensi. Potensi yang paling utama adalah akal. Akal
berfungsi untuk berfikir hasil pemikirannya adalah ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni.
Ilmu
yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada allah Swt, akan
memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan umat manusia termasuk bagi
lingkungannya. Allah berjanji dalam QS 58(al-Mujadalah) :11 yang artinya “allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat”
Disamping itu Rasullulah SAW banyak memberikan perumpamaan
tentang keutamaan orang yang berilmu dengan sabdanya : “carilah ilmu
walaupun di negeri china, mencari ilmu itu wajib bagi kaum muslim laki-laki dan
perempuan sejak dari ayunan sampai ke liang lahat”.
Berikut
ini adalah beberapa ayat al-Qur’an dan hadist yang dapat dijadikan sebagai
dalil orang yang beriman dan berilmu memiliki keutamaan dan derajat yang
istimewa.
1. Surat
az-Zumar ayat : 9 yang artinya “katakanlah
: “adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?”
2. Surat
father ayat : 28 yang artinya : “sesungguhnya
yang takut kepada allah diantara hamba-hambNya adalah ulama.
3. Hadits
riwayat bukhori yang artinya : “barang
siapa melalui sesuata jalan untuk mencari ilmu, maka allah memudahkan jalan
baginya kesurga.
4. Hadist
riwayat tirmidzi (sunan tirmidzi juz 4) yang artinya : “dunia dilaknat, dilaknat apa yang ada di dalamnya kecuali zikir
kepada allah Taa’ala dan orang alim (berilmu)atau penuntut ilmu”
5.
Hadits riwayat tirmidzi yang
artinya :”keutamaan orang pandai terhadap
orang yang beribadah adalah sebagai mana keutamaanku atas orang yang paling
rendah diantara kalian.”dilanjutkan :”sesungguhnya allah , malaikatNya,
penghuni langit dan bumi sampai semut didalam lubangnya dan juga ikan ,
mendoakan kepada orang yang mengajarkan
kebaikan kepada manusia (ulama).
Ilmu pada prinsipnya merupakan
usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan usaha untuk
mengorganisasikan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan
sehai-hari. Namun, dilanjutkan dengan
suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.
Ilmu dapat merupakan suatu metode
berfikir secara objektif, tujuannya untuk menggambarkan dan member makna
terhadap dunia faktual. Analisis ilmu itu objektif dan menyampingkan unsure
pribadi , pemikiran logika diutamakan , netral dalam arti tidak dipengaruhi
oleh sesuatu yang bersifat kedirian, karena dimulai dengan fakta. Ilmu
merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal
yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu yang jauh dan dapat diamati panca
indera manusia.
Dari sejumlah pengertian yang ada ,
sering ditemukan kerancuan antar pengertian pengetahuan dan ilmu. Kedua kata
tersebut memiliki arti yang sama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia ilmu
disamakan artinya dengan pengetahuan. Dari asal katanya bahwa pengetahuan
diambil dari kata bahasa inggris yaitu knowledge
, sedangkan ilmu diambil dari kata science
dan peralihan dari kata arab ilm.
Menjelaskan keutamaan-keutamaan
orang yang berilmu , Al-Gazali mengatakan “barang
siapa berilmu , membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang lain,
bagaikan matahari, selain menerangi dirinya uga menerangi orang lain. Dia
bagaikan minyak kesturi yang harum dan menyebarkan keharumannya kepada orang
yang berpapasan dengannya.
Dan menurut al-Gazali mengatakan
juga “seluruh manusia akan binasa,
kecuali orang yang berilmu. Orang-orang berilmu pun akan celaka jika tidak
mengamalkan ilmunya. Dan orang yang mengamalkan ilmunya pun akan binasa kecuali
orang-orang yang ikhlas”
BAB
IV
1.4 D. Tanggung Jawab Ilmuan terhadap Alam
Lingkungan
Kemajuan IPTEK tidak dipungkiri telah mengantar manusia
kepada kemudahan, efektivitas Sdan efisiensi hidup. Dengan IPTEK manusia telah
mampu meraih apa yang dulu dianggap sebagai suatu yang mustahil.
Namun disisi lain kemajuan IPTEK
juga telah membawa akses yang negative dan destruktif yang merugikan dan
mengancam kelangsungan hidup umat manusia dan lingkungannya. Dalam (QS.
Ar-Rum:45) menyebutkan “telah timbul kerusakan di darat di lautan
karena ulah tangan manusia”.
Untuk itu ilmuan memiliki tanggung
jawab untuk menjaga kelestarian alam dari kelompok-kelompok perusak (ya’juj dan
ma’juj). Ilmuan harus mempunyai tanggung jawab karena diberi amanahAllah untuk
berbuat baik terhadap lingkungan
Ada dua fungsi manusia didunia yaitu sebagai ‘abdun
(hamba allah)dan sebagai khalifah allah di bumi. Tugas utama seorang abdun
adalah mengaktualisasikan ketaatan, ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran
dan keadilan allah. Adapun tugas utamanya sebagai khalifah allah di muka bumi
adalah memakmurkan dunia ini sekaligus menjaga keseimbangan alam dan lingkungan
tempat mereka tinggal. Manusia diberi kebebasan untuk mengeksplorasi , menggali
sumber daya alam , serta memanfaatkannya dengan sebesar-beesar kemanfaatanuntuk
kehidupan umat manusia dengan tidak menimbulkan dampak negatif lingkungan ,
karena alam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri.
Untuk menggali
potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memadai. Tanpa menguasai IPTEKS , fungsi hidup manusia sebagai khalifah akan
menjadi kurang dan kehidupan yang lebih baik tidak akan terwujud dan kehidupan
manusia akan tetap terbelakang. Allah menciptakan alam karena allah menciptakan
manusia. Seandainya allah tidak menciptakan manusia. Maka tidak perlu
menciptakan alam. Oleh karena itu maka manusia mendapat amanah dari allah untuk
memelihara alam agar terjaga kelestariannya dan keseimbangannya untuk
kepentingan umat manusia itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang
Allah karuniakan akal sebagai alat untuk berfikir. Dengan akal manusia mampu
menyerap ilmu pengetahuan dan menciptakan teknologi, serta manghasilkan karya
seni, sehingga dapat menciptakan peradaban di muka bumi. Pengetahuan adalah
segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra intuisi dan
firasat. Jadi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Seni dalam islam sangat
mempengaruhi bagi kemajuan agama islam.
Untuk itu setiap muslim harus bisa memanfaatkan alam yang
ada untuk perkembangan iptek dan seni, tetapi harus tetap menjaga dan tidak
merusak yang ada. Yaitu dengan cara mencari ilmu dan mengamalkanya dan tetap
berpegang teguh pada syari’at Islam.
Daftar pustaka
Mansoer,Hamdan,dkk.2004.ilmu pengetahuan teknologi dan seni dalam
islam.Jakarta:Departemen agama RI.
Aminuddin,dkk.2005.islam pengetahuan dan teknologi .Bandung:PT Ghalia Indonesia.
Imtihana,Aida,dkk.2009.pendidikan agama islam untuk perguruan tinggi umum.Palembang:Universitas
Sriwijaya.
Faridi. 2002. Agama Jalan Kedamaian. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
Bakhtiar,Amsal.2010.filsafat
ilmu.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
mantaps pak ustadz, ijin meresume ya buat tugas, thanks.
BalasHapushttp://totaltren.blogspot.com/2014/10/makalah-pendidikan-agama-1.html
Izin meresume untuk tugas ya. Syukron
BalasHapusizin forward untuk tugas PAI Syukron.
BalasHapusby Jejen Mulyana - Majalengka
makasih infonya, dapat ilmu juga hhe
BalasHapusijin copas gan...
BalasHapussama-sama :)
BalasHapusminta izin buat referensi makalah. terimakasih
BalasHapusterima kasih ilmunya. saya izin resume sedikit buat tugas. syukron
BalasHapus